Kolonisasi Angkasa, Upaya Manusia Membuat Habitat di Luar Angkasa
Kolonisasi angkasa adalah sebuah upaya dan perencanaan manusia untuk mencari habitat atau tempat tinggal tetap di luar angkasa. Di luar Bumi yang kita tempati saat ini.

Kolonisasi angkasa atau upaya manusia membuat habitat di luar angkasa ternyata bukan isapan jempol dan cerita sains fiksi semata. Upaya tersebut sudah memasuki tahapan rencana, salah satunya adalah para ilmuwan dari NASA yang telah memiliki rancangan kolonisasi angkasa.
Upaya kolonisasi tersebut tentu saja tidak mudah dan membutuhkan usaha yang ekstra keras. Untuk mewujudkan kolonisasi angkasa atau habitat manusia di luar angkasa tentunya harus membuat lingkungan tempat tinggal baru tersebut semirip mungkin dengan Bumi termasuk dalam hal mikroorganisme, hewan dan tumbuhannya.
Tiga Rancangan Upaya Kolonisasi Angkasa
Upaya kolonisasi angkasa bukan sekadar isapan jempol atau cerita sains fiksi saja. Saat ini sudah ada yang masuk hingga tahap rencana atau rancangan. Berikut ini tiga rancangan atau rencana kolonisasi angkasa dari para ilmuwan.
1. Terraformasi Objek Luar Angkasa
Terraformasi artinya adalah membentuk bumi. Maksudnya yaitu mengubah lingkungan dari suatu objek luar angkasa seperti Bulan, satelit planet lain atau bahkan planet lain menjadi mirip dengan Bumi. Istilah terraformasi dikenal sejak 1942 oleh Jack Williamson dalam kisah sains fiksi Astounding Science Fiction.
Berdasarkan pengalaman dan penelitian para ilmuwan di Bumi, lingkungan suatu planet atau objek angkasa lain bisa diubah. Planet dan objek luar angkasa kandidat terraformasi terbaik saat ini menurut para ilmuwan antara lain Venus, Mars, Bulan, Ceres, Callisto, Europa, Ganymede dan Titan.
2. Lunarville ESA, "Perkampungan" di Permukaan Bulan
Lunarville adalah proyek dari Badan Antariksa Eropa yang jadi inovasi teknologi besar-besaran di Bumi. Lunarville direncanakan akan menggantikan stasiun luar angkasa internasional secara permanen. Pembangunan Lunarville ini rencananya akan dimulai pada 2024. Pada tahap awal tentu saja prioritasnya melakukan pengiriman material dan makanan.
Kendala terbesar pastinya ada pada biaya proyek. Stasiun luar angkasa internasional ISS yang mengorbit bumi menghabiskan biaya lebih dari 75 miliar poundsterling. Tentu saja proyek Lunarville yang ambisius ini akan menghabiskan biaya yang jauh lebih besar.
3. Habitat Luar Angkasa Bebas, Stasiun Luar Angkasa yang Permanen
Kolonisasi ternyata tidak melulu soal pindah dari Bumi ke objek luar angkasa atau planet lain. Para ilmuwan pun memiliki rancangan untuk membuat habitat luar angkasa bebas sebagai tempat tinggal permanen untuk manusia. Habitat tersebut seperti stasiun luar angkasa namun bukan hanya untuk tujuan penelitian, sifatnya lebih permanen.
Memang tidak bisa memindahkan manusia dalam jumlah yang sangat banyak. Tetapi setidaknya bisa sedikit mengurangi populasi manusia di Bumi. Selain itu, habitat luar angkasa bebas juga dapat memindahkan industri yang cenderung merusak bumi. Sumber energi? Tidak perlu dipertanyakan lagi, di orbit bumi saja sumber energi dari Matahari amat sangat melimpah.
Masih banyak rancangan dan rencana lain dari para ilmuwan soal kolonisasi angkasa. Upaya manusia untuk mencari tempat tinggal baru selain Bumi tersebut tentu saja untuk kelangsungan hidup spesies manusia di alam semesta yang amat sangat luas ini.