Rumah Hemat Energi untuk Kurangi Pemanasan Global
Rumah hemat energi bukan semata-mata rumah yang hemat menggunakan listrik. Rumah hemat energi cukup memiliki peran dalam mengurangi dampak pemanasan global.

Rumah hemat energi adalah rumah yang penggunaan energinya sangat efektif dan efisien. Sehingga penggunaan sumber energi di bumi ini tidak berkurang dengan sia-sia. Selain mengurangi persediaan energi dengan cepat, penggunaan energi di muka bumi pun memiliki dampak negatif.
Dampak negatif dari penggunaan energi adalah datang dari emisi gas buang bahan bakar fosil. Bahan bakar itu memang masih menjadi andalan dan sumber utama energi di bumi. Bahan bakar fosil yang dimaksud adalah minyak bumi, gas dan batu bara.
Rumah Hemat Energi jadi Cara Kita untuk Bisa Berkontribusi
Rumah hemat energi bisa juga dikatakan sebagai rumah yang tidak terlalu bergantung pada bahan bakar fosil. Dengan penggunaan bahan bakar fosil yang efektif dan efisien maka rumah hemat energi pun diharapkan mampu mengurangi pemanasan global.
Alasan hal itu bisa terjadi adalah apabila bahan bakar fosil digunakan dengan bijak, efektif dan efisien. Dengan demikian, gas karbon dioksida hasil pembakaran bahan bakar fosil tersebut akan sangat jauh berkurang. Penyebab pemanasan global pun dapat dikurangi.
Jika memiliki rumah hemat energi bisa menjadi salah satu cara untuk berkontribusi. Lalu bagaimana caranya memiliki rumah yang hemat energi? Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk dapat memiliki rumah hemat energi.
Rumah Hemat Energi dengan Energi Alternatif yang Tepat Jadi Solusi
Perlu diketahui di sini bahwa rumah hemat energi bukan sekedar menghemat penggunaan listrik atau malah hanya sekadar beralih dari kendaraan bermotor bahan bakar minyak atau gas ke kendaraan listrik.
Pada dasarnya produksi listrik pun menggunakan bahan bakar batu bara yang sangat banyak. Perbedaannya dengan bahan bakar minyak dan gas adalah cadangan batu bara saat ini lebih banyak di bumi. Diperkirakan batu bara akan habis lebih lama ketimbang minyak dan gas bumi.
Oleh karena itu, saat ini banyak sekali kampanye untuk beralih menggunakan kendaraan listrik atau energi listrik. Tujuannya untuk mengurangi penggunaan bahan minyak dan gas bumi.
Tapi jika dicermati lebih dalam, penggunaan listrik dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara tidak menjadi solusi yang tepat. Tentu saja karena batu bara juga adalah sumber daya yang terbatas. Energi alternatif yang bukan dari fosil amat sangat dibutuhkan.
Energi Alternatif yang Tepat dan Bisa Diaplikasikan untuk Rumah Hemat Energi
Rumah hemat energi bisa didefinisikan ulang sebagai rumah yang menggunakan energi alternatif dengan tepat. Sehingga ketergantungan akan bahan bakar dari fosil dapat dikurangi. Penggunaan energi di rumah biasanya adalah untuk memasak, penerangan, pemanasan ruangan, pemanasan air dan operasional peralatan listrik lainnya.
Beberapa energi alternatif yang sudah bisa diaplikasikan untuk rumah hemat energi sudah dirangkum oleh tafansa.id untuk Anda. Berikut ini daftarnya:
1. Bahan Bakar Biomassa
Bahan bakar Biomassa adalah bahan bakar berupa padat, cair atau gas yang dihasilkan oleh hewan atau tanaman seperti sampah pertanian atau kotoran hewan ternak. Bahan bakar jenis ini tergolong bahn bakar yang dapat diperbarui dan tersedia secara terus menerus.
2. Bahan Bakar Biogas
Bahan bakar biogas adalah bahan bakar organik yang berbentuk gas. Biogas ini dihasilkan dari fermentasi tanaman seperti tebu dan jagung. Bisa juga bersumber dari sisa tanaman lain, kotoran hewan dan limbah kotoran manusia.
3. Pembangkit Listrik Tenaga Matahari
Cahaya matahari yang sangat berlimpah pun dapat dikonversi menjadi energi listrik. Cahaya matahari dapat diubah langsung menjadi energi listrik dapat juga disimpan terlebih dahulu dalam sebuah baterai.
4. Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Energi listrik alternatif pun bisa diperoleh dari turbin yang digerakkan oleh angin. Hal ini bisa diaplikasikan pada tempat atau daerah dengan hembusan angin cukup kencang sepanjang tahun.
Rumah hemat energi yang menggunakan sumber energi alternatif mampu mengurangi proses pemanasan global dan juga menghemat penggunaan bahan bakar fosil. Penerapan rumah hemat energi tersebut bisa dilakukan secara individu, namun akan jauh lebih berdampak jika melibatkan kelompok besar misalnya pemerintah daerah setempat atau bahkan pemerintah negara.